Suhu Penyimpanan Makanan Terbaik untuk Tiap Jenis Makanan
Suhu penyimpanan makanan di dalam lemari pendingin sangatlah penting untuk menjaga umur simpan produk segar. Namun, suhu penyimpanan tiap-tiap jenis makanan tentunya berbeda-beda.
Misalnya, produk daging dan ikan harus disimpan di suhu yang berbeda dengan produk sayur-mayur. Lantas, berapa suhu terbaik untuk menyimpan makanan-makanan tersebut? Temukan jawaban dan penjelasannya di ulasan berikut ini!
Suhu Penyimpanan Makanan Berdasarkan Jenisnya
Suhu penyimpanan makanan beku dibedakan menurut jenisnya. Sebagai contoh, suhu penyimpanan produk daging dan ikan jauh lebih rendah di bawah suhu penyimpanan sayur-mayur. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini:
1. Untuk Sayur dan Buah
Suhu penyimpanan makanan jenis buah dan sayur yang ideal adalah sekitar 1°C–4°C. Sayuran dan buah-buahan akan segar lebih lama di rentang suhu ini. Namun, sebelum menyimpannya, pastikan sayuran dan buah telah kering dari kelembapan berlebih agar tidak memicu terjadinya pembusukan.
2. Untuk Telur, Susu, dan Produk Olahannya
Telur, susu, dan produk olahannya harus disimpan di suhu 1°C–4°C jika akan diolah dalam 1 minggu ke depan. Namun, jika produk susu akan disimpan lebih dari 1 minggu, pastikan suhu berada di -18°C.
3. Untuk Daging dan Ikan
Cara menyimpan makanan daging dan ikan juga berbeda-beda tergantung berapa lama produk akan disimpan sebelum diolah. Untuk penyimpanan 3 hari, suhu harus diatur 0°C–3°C. Untuk penyimpanan 1 minggu dan lebih, suhu harus diatur -19°C.
4. Untuk Biji-Bijian dan Umbi-Umbian
Suhu penyimpanan makanan biji dan umbi-umbian juga dibedakan menurut lama penyimpanan sebelum diolah. Jika akan segera diolah, suhu kamar (kurang dari 25°C) sudah memadai. Namun, jika akan disimpan selama 1 minggu, pastikan suhu berada di 1°C–4°C.
5. Untuk Minuman dan Bumbu Cair
Suhu penyimpanan minuman cair sebaiknya berada di 1°C–4°C. Untuk berbagai macam bumbu cair, seperti kecap, sambal, atau saus tomat, sebaiknya suhu diatur ke 4°C–7°C untuk menghindari pembekuan.
Anda tidak perlu membeli pendingin terpisah untuk menyimpan minuman dan bumbu cair. Cukup tempatkan di bagian kulkas yang suhunya lebih hangat, seperti bagian pintu bawah atau pintu atas.
Baca juga: Suhu Ideal Penyimpanan Sayuran di Tempat Pendingin
Cara Menyimpan Makanan di Kulkas yang Benar
Cara menyimpan makanan yang benar tidak hanya soal cocok tidaknya suhu penyimpanan makanan. Anda masih perlu memastikan berbagai teknik penyimpanan lainnya, terlebih lagi jika Anda mengelola jasa pengiriman frozen food ke luar kota. Berikut ini penjelasannya.
1. Lebih Baik Gunakan Wadah Kedap Udara
Selain menjaga kestabilan suhu penyimpanan makanan beku, alangkah baiknya Anda menggunakan wadah kedap udara. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko bau yang merebak dan kontaminasi mikroba.
Sebaiknya Anda juga memilih wadah transparan. Hal ini akan sangat berguna untuk mengecek kondisi makanan tanpa harus membuka tutupnya. Dengan begitu, risiko kontaminasi mikroba akan jauh lebih berkurang.
2. Beri Label dan Tanggal Menyimpan
Memberi label dan tanggal adalah salah satu cara penyimpanan makanan yang bijak. Cara ini sangat membantu terutama bagi jasa pengiriman frozen food ke luar kota karena produk harus sampai dalam kondisi baik.
3. Selalu Jaga Kebersihan Kulkas
Kebersihan kulkas sangatlah berperan besar dalam menjaga kualitas suhu dan kebersihan makanan. Bersihkan rak dan dinding kulkas secara rutin dari sisa tumpahan atau jamur. Kulkas yang dirawat rutin akan terjaga kebersihan dan performa pendinginannya.
Kulkas yang tidak terjaga kebersihannya akan meningkatkan risiko bau tidak sedap. Bau ini bisa hinggap di dalam kulkas dan mempengaruhi aroma bahan-bahan makanan lainnya. Tentunya, Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan?
4. Atur Posisi Barang-Barang
Mengatur posisi barang di dalam kulkas berfungsi agar pendinginan bisa lebih merata. Hal ini juga membantu efisiensi kerja jasa pengiriman frozen food ke luar kota karena produk telah disortir sejak awal dan diletakkan sesuai zona suhu masing-masing.
Ingat, makanan harus disimpan di suhu yang tepat agar tidak cepat basi, apalagi saat dikirim ke luar kota. Pengaturan posisi barang yang salah bisa membuat pendinginan tak bekerja optimal sehingga risiko makanan menjadi tidak segar akan meningkat.
Baca juga: Mobil Boks Pendingin: Moda Pengiriman yang Efektif dalam Menjaga Kualitas Produk
Standar Suhu Cold Storage untuk Produk Makanan
Dalam rantai pasok pangan, cold storage berperan penting menjaga kesegaran dan keamanan dari setiap penyimpanan produk. Perlu untuk diketahui, setiap jenis cold storage memiliki standar suhu berbeda sesuai kebutuhan makanan. Berikut penjelasan suhu idealnya:
1. Cold Room atau Chill Room
Cold room digunakan untuk menyimpan produk pada suhu 1–7 °C. Fasilitas ini biasanya dipakai untuk penyimpanan sementara buah, sayuran, produk susu, atau ikan segar sebelum didistribusikan.
Di Indonesia, misalnya, sayur dan buah banyak disimpan pada suhu 4–6 °C dengan kelembapan tinggi (80–90 %) agar kesegaran tetap terjaga.
2. Freezer Room
Freezer room memiliki suhu standar sekitar −18 °C. Fasilitas ini umum dipakai untuk menyimpan daging beku, seafood, produk olahan beku, serta frozen food dalam jangka panjang.
Suhu ini dianggap standar internasional karena dapat menahan pertumbuhan mikroorganisme dan menjaga kualitas produk lebih lama.
3. Blast Freezer atau Quick-Freezing
Untuk produk yang membutuhkan pembekuan cepat, digunakan blast freezer dengan suhu −30 °C hingga −40 °C.
Metode ini mempercepat proses pembekuan sehingga kristal es yang terbentuk lebih kecil dan tidak merusak struktur sel makanan. Teknik ini penting, misalnya, untuk menjaga kualitas ikan tuna beku premium atau produk laut ekspor.
Baca juga: Yuk, Kenali Perbedaan Cold Storage dengan Freezer Biasa!
4. Transportasi dengan Cold Chain (Reefer Truck dan Reefer Container)
Dalam distribusi makanan, transportasi dingin sangat penting. Produk segar biasanya diangkut pada suhu 0–4 °C, sedangkan produk beku didistribusikan dengan suhu −18 °C atau lebih rendah.
Untuk ekspor, standar internasional mewajibkan daging, unggas, atau seafood dikirim dalam kondisi beku sesuai regulasi negara tujuan. Contoh: USDA mensyaratkan daging beku pada −18 °C untuk impor/ekspor.
5. Regulasi Lokal di Indonesia dan ASEAN
Di Indonesia, BPOM merekomendasikan produk dingin atau chilled food disimpan pada suhu 0–4 °C, sedangkan produk beku pada suhu −18 °C.
Regulasi ini juga sejalan dengan standar internasional yang berlaku di negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Penerapan standar suhu ini sangat penting untuk menjaga keamanan pangan di retail modern maupun pasar tradisional.
Jadikan MGM Bosco Logistics Mitra Andal untuk Penyimpanan Produk-Produk Anda!
Jadi, begitulah berbagai suhu penyimpanan makanan yang benar. Tiap-tiap jenis produk makanan memiliki suhu simpan sendiri-sendiri agar kesegarannya tetap terjaga. Tentunya, setiap kategori membutuhkan penanganan suhu yang spesifik.
Nah, jika bisnis Anda membutuhkan mitra logistik yang bisa diandalkan, MGM Bosco Logistics adalah jawabannya. Sebagai penyedia layanan logistik berpendingin yang berpengalaman, MGM Bosco Logistics hadir dengan solusi penyimpanan yang terintegrasi dan efisien.
MGM Bosco Logistics juga menyediakan layanan penyimpanan berpendingin atau cold storage untuk usaha dan bisnis Anda. Dengan begitu, penyimpanan stok produk bisnis Anda dapat disimpan secara profesional dengan inventory control secara real time.
Percayakan penyimpanan dan pengiriman produk Anda kepada MGM Bosco. Pelajari semua layanan MGM Bosco dan jadikan produk-produk bisnis Anda tetap segar dan terjaga kualitasnya! Perlu penjelasan lebih lanjut? Hubungi kami di sini!
Baca juga: Yuk, Kenali Perbedaan Cold Storage dengan Freezer Biasa!