Memahami Alur Distribusi Obat yang Sesuai Standar BPOM
Alur distribusi obat bukan sekadar proses mengirim produk dari satu tempat ke tempat lain. Dalam industri farmasi, setiap tahapan distribusi harus dilakukan sesuai standar agar mutu, keamanan, dan efektivitas obat tetap terjaga hingga diterima oleh fasilitas kesehatan maupun konsumen.
Kesalahan dalam alur distribusi obat secara umum dapat memengaruhi kualitas obat, terutama jika berkaitan dengan suhu penyimpanan obat dan pengiriman. Karena itu, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menetapkan aturan khusus terkait cara distribusi obat yang baik agar produk farmasi tetap aman selama proses penyaluran. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Aturan Mengenai Alur Distribusi Obat di Indonesia
Di Indonesia, alur distribusi obat yang benar adalah mematuhi aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang tertuang dalam Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2025 tentang Pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) .
Regulasi tersebut menjadi acuan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran obat, mulai dari distributor, pedagang besar farmasi (PBF), hingga layanan logistik yang menangani pengiriman produk farmasi.
Secara umum, CDOB bertujuan untuk memastikan bahwa mutu obat tetap terjaga selama proses distribusi berlangsung. Artinya, obat harus disimpan, ditangani, dan dikirim dengan prosedur yang sesuai agar tidak mengalami kerusakan fisik maupun penurunan kualitas.
Dalam pedoman tersebut, terdapat beberapa aspek penting yang wajib diperhatikan, seperti:
● Sistem penerimaan barang.
● Penyimpanan sesuai ketentuan.
● Pengendalian suhu.
● Pemisahan produk tertentu.
● Proses pengemasan.
● Sistem transportasi distribusi.
Selain itu, perusahaan distribusi juga diwajibkan memiliki prosedur operasional yang jelas, dokumentasi yang lengkap, serta sistem monitoring untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.
Baca juga: Supply Chain Management: Tujuan, Manfaat, dan Tahapannya
Alur Distribusi Obat yang Sesuai
Berdasarkan pedoman CDOB, alur distribusi obat harus dilakukan secara terstruktur untuk menjaga keamanan dan mutu produk selama proses penyaluran. Berikut tahapan distribusi obat yang umum diterapkan.
1. Penerimaan
Tahap pertama adalah penerimaan obat dari produsen atau pemasok resmi. Pada proses ini, dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi kemasan, jumlah barang, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, dan dokumen pendukung lainnya.
Pemeriksaan ini penting untuk memastikan obat yang diterima sesuai spesifikasi dan tidak mengalami kerusakan selama proses pengiriman sebelumnya.
2. Penyimpanan
Setelah diterima, obat harus disimpan sesuai karakteristik produknya. Beberapa jenis obat memerlukan suhu tertentu agar kualitasnya tetap stabil, misalnya produk farmasi yang membutuhkan penyimpanan dingin.
Area penyimpanan juga harus bersih, aman, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan dilengkapi sistem monitoring suhu apabila diperlukan.
3. Pemisahan
Dalam distribusi obat, tidak semua produk boleh ditempatkan dalam area yang sama. Produk tertentu seperti obat rusak, kedaluwarsa, retur, atau produk karantina harus dipisahkan untuk mencegah kesalahan distribusi.
Pemisahan ini bertujuan agar produk yang tidak layak edar tidak tercampur dengan produk yang masih aman digunakan.
4. Pengambilan
Tahapan berikutnya adalah pengambilan barang sesuai pesanan. Proses ini harus dilakukan dengan prosedur yang jelas untuk memastikan produk yang dikirim sesuai jumlah, jenis, dan nomor batch yang benar.
Biasanya, sistem FEFO (first expired first out) diterapkan agar produk dengan masa kedaluwarsa terdekat didistribusikan lebih dahulu.
5. Pengemasan
Sebelum dikirim, obat perlu dikemas dengan metode yang sesuai agar terlindungi selama perjalanan. Pengemasan harus mampu menjaga kondisi produk dari benturan, paparan cahaya, kelembapan, maupun perubahan suhu ekstrem.
Untuk produk tertentu, pengemasan juga harus dilengkapi material khusus seperti insulated box atau pendingin tambahan.
6. Pengiriman (Distribusi)
Tahap terakhir adalah pengiriman ke tujuan distribusi seperti rumah sakit, apotek, klinik, maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Pada proses ini, kendaraan distribusi harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan. Selain itu, kondisi selama perjalanan juga perlu dipantau, terutama untuk obat yang sensitif terhadap suhu.
Baca juga: Apa itu Warehouse? Ini Fungsi, Manfaat, dan Jenis-Jenisnya
Kualifikasi Transportasi Pengiriman Obat
Transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam rantai distribusi farmasi. Kendaraan yang digunakan untuk pengiriman obat tidak boleh diperlakukan seperti pengiriman barang biasa karena kualitas produk harus tetap terjaga hingga tiba di tujuan.
Dalam standar CDOB, transportasi distribusi obat idealnya memiliki beberapa kualifikasi berikut:
● Kendaraan harus dalam kondisi bersih dan layak.
● Mampu melindungi produk dari kontaminasi.
● Memiliki pengaturan suhu apabila diperlukan.
● Dilengkapi sistem monitoring suhu.
● Memiliki prosedur penanganan selama proses distribusi.
Selain itu, proses pengiriman juga perlu memperhatikan waktu distribusi agar obat tidak terlalu lama berada di perjalanan, terutama untuk produk yang sensitif terhadap perubahan suhu.
Penggunaan armada yang sesuai menjadi faktor penting untuk membantu menjaga stabilitas mutu obat selama proses pengiriman berlangsung.
Pentingnya Mengontrol Suhu dalam Distribusi Obat
Salah satu tantangan terbesar dalam distribusi farmasi adalah menjaga kestabilan suhu selama proses pengiriman. Sebab, beberapa jenis obat memiliki karakteristik sensitif terhadap perubahan temperatur.
Jika suhu tidak terkontrol dengan baik, kualitas obat dapat menurun bahkan berisiko mengalami kerusakan. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi efektivitas produk saat digunakan.
Karena itu, sistem cold chain menjadi bagian penting dalam distribusi obat tertentu. Penggunaan kendaraan berpendingin membantu menjaga suhu tetap stabil selama perjalanan, terutama untuk pengiriman jarak jauh maupun distribusi dalam jumlah besar.
Selain menjaga mutu produk, kontrol suhu juga membantu perusahaan distribusi memenuhi standar CDOB yang berlaku dalam industri farmasi.
Bagi perusahaan yang membutuhkan layanan pengiriman farmasi dengan sistem temperatur terkontrol, penggunaan armada truk pendingin dapat menjadi solusi untuk membantu menjaga kualitas produk selama proses distribusi.
Optimalkan Distribusi Obat secara Aman Bersama MGM Bosco Logistics
Distribusi obat membutuhkan proses pengiriman yang aman, terkontrol, dan sesuai standar agar mutu produk tetap terjaga hingga sampai ke tujuan. Terutama untuk produk farmasi yang memerlukan penanganan suhu khusus selama perjalanan.
MGM Bosco Logistics hadir sebagai solusi Layanan Distribusi dengan dukungan truk pendingin yang memadai untuk membantu menjaga stabilitas suhu selama distribusi.
Dengan layanan pengiriman yang didukung sistem transportasi berpendingin yang relah terkualifikasi, MGM Bosco membantu proses distribusi farmasi menjadi lebih aman dan efisien untuk berbagai kebutuhan pengiriman ke rumah sakit, klinik, apotek, maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Namun, perlu diketahui bahwa MGM Bosco berfokus pada layanan pengiriman obat dan layanan penyimpanan farmasi . Hubungi kami untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai layanan MGM Bosco!
Baca juga: Mobil Box Freezer: Fungsi dan Keuntungannya dalam Bisnis